SEMUA TENTANG FILM
Halo, semua. Bertemu lagi denganku Muhammad Luthfi Abudzar Ghiffari. Kali ini aku akan membahas tentang kesukaanku yaitu, dunia Sinematografi atau film, dan dunia editing video.
Sejarah Film
Sejarah film tidak bisa lepas dari sejarah fotografi. Dan sejarah
fotograf tidak bisa lepas dari peralatan pendukungnya, seperti kamera.
Kamera pertama di dunia ditemukan oleh seorang Ilmuwan Muslim, Ibnu
Haitham. Fisikawan ini pertama kali menemukan Kamera Obscura dengan
dasar kajian ilmu optik menggunakan bantuan energi cahaya matahari.
Mengembangkan ide kamera sederhana tersebut, mulai ditemukan
kamera-kamera yang lebih praktis, bahka inovasinya demikian pesat
berkembang sehingga kamera mulai bisa digunakan untuk merekam gambar
gerak. Ide dasar sebuah film sendiri, terfikir secara tidak sengaja.
Pada tahun 1878 ketika beberapa orang pria Amerika berkumpul dan dari
perbincangan ringan menimbulkan sebuah pertanyaan : “Apakah keempat kaki
kuda berada pada posisi melayang pada saat bersamaan ketika kuda
berlari?" Pertanyaan itu terjawab ketika Eadweard Muybridge membuat 16
frame gambar kuda yang sedang berlari. Dari 16 frame gambar kuda yang
sedang berlari tersebut, dibuat rangkaian gerakan secara urut sehingga
gambar kuda terkesan sedang berlari. Dan terbuktilah bahwa ada satu
momen dimana kaki kuda tidak menyentuh tanah ketika kuda tengah berlari
kencang Konsepnya hampir sama dengan konsep film kartun.
Gambar gerak kuda tersebut menjadi gambar gerak pertama di dunia. Dimana
pada masa itu belum diciptakan kamera yang bisa merekam gerakan
dinamis. Setelah penemuan gambar bergerak Muybridge pertama kalinya,
inovasi kamera mulai berkembang ketika Thomas Alfa Edison mengembangkan
fungsi kamera gambar biasa menjadi kamera yang mampu merekam gambar
gerak pada tahun 1888, sehingga kamera mulai bisa merekam objek yang
bergerak dinamis. Maka dimulailah era baru sinematografi yang ditandai
dengan diciptakannya sejenis film dokumenter singkat oleh Lumière
Bersaudara.
Film yang diakui sebagai sinema pertama di dunia
tersebut diputar di Boulevard des Capucines, Paris, Prancis dengan
judul Workers Leaving the Lumière's Factory pada tanggal 28 Desember
1895 yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya sinematografi. Film
inaudibel yang hanya berdurasi beberapa detik itu menggambarkan
bagaimana pekerja pabrik meninggalkan tempat kerja mereka disaat waktu
pulang. Pada awal lahirnya film, memang tampak belum ada tujuan dan alur
cerita yang jelas. Namun ketika ide pembuatan film mulai tersentuh oleh
ranah industri, mulailah film dibuat lebih terkonsep, memiliki alur dan
cerita yang jelas. Meskipun pada era baru dunia film, gambarnya masih
tidak berwarna alias hitam-putih, dan belum didukung oleh efek audio.
Ketika itu, saat orang-orang tengah menyaksikan pemutaran sebuah film,
akan ada pemain musik yang mengiringi secara langsung gambar gerak yag
ditampilkan di layar sebagai efek suara.
Film Paling Pertama Di Dunia
Jika pertayaannya sekarang adalah siapa dan apa film yang paling pertama
dibuat atau diputar? mungkin dengan memberi pembuatan tahun film film
lawas disini akan membuktikan bahwa film pertama bukanlah The Great
Train Robbery. Melainkan The Horse In Motion merupakan cikal bakal film
di dunia.
- The First Motion Picture Ever Made - The Horse In Motion (1878)
- First Home Movie Ever Made - Roundhay Garden Scene (1888)
- First Movie Ever Shot (U.S.A.) - Monkeyshines No. 1 (1889 or 1890)
- The First Copyrighted Movie Ever Made - Fred Ott's Sneeze (1893-4)
- First Movie Ever Made for Projection -- Workers Leaving the Lumiere Factory (1895)
- First Motion Picture Projected for an Audience - Berlin Wintergarten Novelty Program (1895)
Jadi sahabat anehdidunia.com The Great Train Robbery mungkin adalah film
koboi pertama yang pernah dibuat, bukanlah film pertama di dunia.
Silahkan anda memberi komen di search google yang mengatakan bahwa The
Great Train Robbery adalah film yang pertama di dunia :)
Sejarah Editing Video
Sejarah dimulai pada tanggal 28 desember 1895 dengan ditandai oleh untuk pertama kalinya orang menonton film petunjukan di sebuah ruang yang diproyeksikan ke sebuah layar. Lumiere bersaudara menyewa sebuah ruangan bilyar tua di bawah tanah di Boulevard des Capucines, Paris yang kemudian dikenal sebagai ruangan bioskop pertama di dunia, yang kemudian tempat itu dikenal dengan nama Grand Café. Mulai saat itu menonton film menjadi sebuah pengalaman yang baru untuk semua orang.
Film The Jazz Singer yang disutradarai oleh Alan Crosland yang dibuat pada tahun 1927 merupakan film hitam putih pertama yang menyajikan secara lengkap musik, dialog dan nyanyian. Yang sebelumnya film berupa film diam tanpa dialog ataupun nyanyian. Hanya diiringi oleh live music performance. Setelah lebih dari 100 tahun, teknologi produksi film telah berkambang dengan pesat. Dengan ditemukannya Video, yang dapat menggabungkan antara gambar dan suara dalam satu medium penyimpanan. Dengan adanya perkambangan ini, orang awam mudah dalam membuat video sendiri baik untuk tujuan komersial ataupun untuk koleksi pribadi.
Tags: sejarah, video editing
Sejarah audio editing
Sound editing merupakan proses yang membutuhkan baik keahlian dan insting. Saat ini, kebanyakan sound editing dilakukan menggunakan software tertentu secara digital. Namun tidak harus selalu seperti itu. Magnetic tape dan tape recorders ditemukan pertama pada akhir 1940. Recording dan editing dengan menggunakan magnetic tape dilakukan hingga pertengahan 1990 saat komputer dan software digital merevolusi proses sound editing.
Proses editing pelan, membosankan, dan terkadang tidak stabil. Untuk mengedit suara dengan magnetic tape, user harus menemukan titik pada tape dimana sambungan diperlukan, kemudian letakkan tape pada sebuah “editing block” yang menyediakan sebuah sambungan pre-cut pada sudut 45 derajat, tempatkan tape pada block, gunakan mata pisau untuk memotong tape pada sudut celah 45 derajat, dan kemudian gabungkan magnetic tape kembali secara fisik dengan editing tape yang dirancang khusus.
Bila sambungan kacau, proses harus diulang dari awal lagi, menggunakan editing tape untuk menjadikan magnetic tap ekembali seperti semula dan mencoba lagi. Pekerjaan ini membosankan dan terkadang membuat frustasi. User tidak memiliki recorder sound visual sebagai petunjuk. Segala dikerjakan dengan pendengaran.
Saat ini, komputer dapat menggunakan software yang sehebat magnetic tape.
Format berbahan dasar pita magnetik ini mulai dikenal luas di seluruh dunia pada paruh kedua periode 1970-an, baik untuk keperluan profesional seperti stasiun televisi maupun keperluan pribadi. Pita magnetik yang terdapat dalam kaset video bisa merekam gambar dan suara dengan baik, sementara film hanya dapat merekam gambar. Untuk suara digunakan medium rekam lain, semisal DAT (digital audio tape). Kelemahan sistem analognya membuat pemakaian video untuk keperluan profesional terhambat. Di periode tahun 1960 sampai 1980, nyaris semua stasiun televisi di dunia (termasuk TVRI yang mulai beroperasi tahun1962) menggunakan kamera 16 mm untuk merekam program acaranya. Mereka juga memiliki sendiri studio pemroses film 16 mm berikut mesin editingnya. Hal ini tidak ditemui di stasiun televisi swasta nasional Indonesia yang baru beroperasi di era 1990-an. Dimulai dengan RCTI tahun1989, SCTV dan TPI tahun 1990. Di kala itu, video sudah lazim digunakan untuk keperluan produksi dan editing materi tayangan televisi. Seperti juga film, video punya berbagai jenis untuk berbagai keperluan yaitu Matic, Betacam SP, Digital Betacam, Betamax, VHS, S-VHS, Mini DV, DV, DVCAM, DVCPRO. U Matic merupakan jenis video profesional untuk keperluan televisi sampai era 1980-an. Begitu format Betacam SP yang kualitasnya jauh lebih baik masuk ke Indonesia di kurun waktu 1990-an, U Matic pun ditinggalkan orang. Menjamurnya jenis Betacam SP juga didukung oleh perkembangan alat editing yang memakai teknologi digital. Digital
Betacam muncul menyempurnakan format Betacam SP dengan teknologi digital, umumnya digunakan untuk keperluan iklan televisi.
Sementara, untuk keperluan pribadi format video kerap dipakai enggunakan alat yang populer dikenal sebagai handycam. Betamax dan VHS adalah jenis awal dari sejarah perkembangan tontonan video di rumah (home video). Sejalan dengan perkembangan zaman, Betamax tidak lagi diproduksi, sehingga VHS menjadi satu-satunya jenis video untuk keperluan home video. Kemudian muncul S-VHS sebagai penyempurna VHS. Kualitas S-VHS lebih baik dibandingkan dengan VHS sehingga sering digunakan untuk keperluan semi profesional seperti dokumentasi pernikahan. Sekalipun demikian,
kualitasnya masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Betacam SP.
Seiring dengan perjalanan waktu, kemudahan pengoperasian kamera menjadi salah satu faktor penting dalam memilih format video, khususnya untuk pasar kaum nonprofesional alias awam. Semenjak tahun 1995, pasar dunia mulai dibanjiri dengan teknologi DV (digital video). Format yang masuk kategori DV adalah Mini DV, DV, DVCAM, dan DVCPRO. Teknologi Mini DV, DV, dan DVCAM dikembangkan dan dipopulerkan di Indonesia oleh Sony Corporation. Sedangkan DVCPRO dikembangkan oleh Panasonic. Dari keempat format ini, Mini DV adalah yang terpopuler karena ukuran kameranya yang kecil, ringan, dan sangat mudah dioperasikan. Kualitas lebih baik bisa diperoleh dari jenis DV, dengan ukuran kamera dan kaset yang lebih besar dibandingkan Mini DV. Ketimbang Mini DV, DV bisa merekam gambar
dengan lebih tajam. Kemudian DVCAM datang dan menyempurnakan teknologi DV. Dengan kamera dan ukuran kaset yang lebih kecil dan ringan dibandingkan Digital betacam, DVCAM mampu menghasilkan gambar yang boleh dibilang setara dengan Digital Betacam yang jadi langganan kaum profesional. Sampai saat ini, format DVCAM masih sangat jarang dipakai di Indonesia karena harga kamera yang relatif mahal dan jenis kaset yang tidak kompatibel dengan format yang telah ada, Digital Betacam. Selain soal jenis, kompatibilitas juga mesti dipertimbangkan. Format yang dikembangkan oleh Panasonic yakni DVCPRO tidak kompatibel dengan ketiga format lain yang dikembangkan oleh Sony Corporation. Artinya, baik kamera maupun player
DVCPRO tidak bisa digunakan untuk merekam dan memutar ulang format selain DVCPRO, begitu juga sebaliknya. Di Indonesia, stasiun televisi Metro TV menggunakan ormat DVCPRO untuk merekam gambar, sementara penayangannya menggunakan format Betacam.
Perkembangan mutakhir dari teknologi video adalah HDTV (hi definition
television). Format ini masih sangat jarang dipakai di dunia. Format ini adalah upaya kelompok video untuk mensejajarkan diri dengan kualitas gambar yang menjadi keunggulan film. Kelak semua televisi di dunia akan menggunakan format ini. Jepang telah memulai menggunakannya secara terbatas.
KOLABORASI VIDEO EDITING DAN KESUKSESAN FILM
Film dan Video Editing ( atau bisa disebut Visual Effects ) di jaman sekarang memang tidak dapat dipisahkan, sebuah film, khususnya Perfilman Hollywood memang selalu memakai Visual Effects. Sebuah film membutuhkan biaya Milyaran Dollar untuk membuat film tersebut menjadi menarik. Namun, dengan kesuksesannya Anggaran pembuatan film tersebut dapat tertutupi. Kalian tahu film Titanic Bukan? film itu memerlukan anggaran sekitar $200 juta sekitar 2,5 triliun, namun film itu sukses besar di pasaran karena Visual Effects dan akting pemainnya begitu mengagumkan film itu pun mendapat anugrah 12 piala Oscar.
Oya, cita-citaku juga ingin menjadi Sutradara film terkenal..
Udah dulu ya :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar